Oleh : Ust. Anwar Sadad (ketua FMAA)
REBO WEKASAN ?????Bagaimana sebenarnya menurut islam tentang keyakinan Rebo Wekasan sebagai hari sial ?????
Sebenarnya keyakinan ini juga pernah terjadi di zaman jahiliyah, bahkan menurut orang- orang jahiliyah semua hari di bulan shofar membawa sial. Sehingga Rosulullah SAW bersabda : wa la shofaro ( tidaklah bulan shofar itu membawa sial)... Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa keyakinan Rebo Wekasan membawa sial adalah keyakinan yang patut diluruskan. Bahkan bila ada yang meyakini bahwa yang memberi sial adalah dzat hari rebo wekasan (bukan dzat Allah ) maka hukumnya kufur. Jadi umat muslim harus berusaha menghilangkan keyakinan ini. Sehingga beraktifitaslah kembali seperti biasanya. Janganlah mengurung diri di dalam rumah, meninggalkan kewajiban mencari nafkah atau bahkan menggantikannya dengan kegiatan tidak berguna dan kemaksiatan, na'udzubillahi min dzalika!!!
Bagaimana menyikapi ritual keagamaan yang sering dilakukan oleh orang jawa????
Telah kita ketahui di atas bahwa keyakinan tentang Rebo Wekasan sebenarnya harus dihilangkan. Namun menghilangkan sebuah keyakinan bukanlah hal yang mudah. Ajaran rebo wekasan itu terjadi secara turun temurun, sehingga ajaran ini menjadi keyakinan yang mendarah daging yang slalu menghantui perasaan seseorang. Oleh karena itu orang muslim yang meyakininya ketika mengetahui keterangan hadis diatas maka terkadang perasaannya tidak serta merta hilang walaupun pikirannya bisa menerimanya. Perasaan takut akan datangnya bala' atau mushibah tetap sering menghinggapi hati mereka, sehingga perasaan was was pun slalu terjadi.
Menyikapi permasalahan ini para ulamak akhirnya menganjurkan umat muslim untuk melakukan kegiatan ritual keagamaan, guna untuk menenangkan hati mereka yang sedang trauma. Jadi kegiatan tersebut bukan karena adanya ajaran khusus dibulan shofar atau di hari rebo wekasan. Dan juga bukan karena keyakinan sial yang masih melekat, sehingga mengingkari hadits nabi diatas. Semua ini hanyalah solusi untuk menghilangkan perasaan tidak tenang, bingung dan was was yang selalu menghampiri mereka yang disebabkan oleh seringnya mendengar keterangan tentang Rebo Wekasan. Oleh karena itu kegiatan ritual ini tidak terbatasi oleh waktu ataupun ruang, maka jika perasaan ini terjadi kapanpun, dimanapun dan sebab apapun maka ritual ini boleh dilakukan.
Kegiatan - kegiatan yang biasa dijalankan adalah :
(1) Berdzikir, hal ini sesuai keterangan Al-quran, bahwa dzikir kepada Allah dapat menenangkan hati
(2) Sholat, hal ini sesuai keterangan Al-quran, bahwa kita diperintahkan meminta tolong kepada Allah dengan perantara shobar dan shalat.
@ Tidak ada istilah sholat rebo wekasan secara khusus. Jadi yang dimaksud sholat disini adalah sholat - sholat yang dilegalkan oleh syariat, termasuk sholat sunnah muthlaq yang boleh dilakukan kapanpun selain waktu - waktu yang diharamkan dan dengan jumlah berapapun.
(3) Shodaqoh, hal ini seseuai dengan keterangan hadits, bahwa shodaqoh dapat menolak balak.
@Adapun sodaqoh dengan berupa jenang sofar bukanlah suatu keutamaan khusus. Keberadaan jenang sofar hanyalah kebiasaan makanan kehormatan orang-orang jawa dahulu. Sehingga mungkin makanan kehormatan orang-orang zaman sekarang sudah berbeda. Bukan berupa jenang sofar, tapi mungkin berupa makanan yang lain, seperti bakso, rawon, soto, sate dan lain-lain. Sebagaimana keterangan al-quran, suatu kebaikan bisa diperoleh dengan cara menshodaqohkan perkara yang baik.
Inilah keterangan Ritual Keagamaan Rebo Wekasan yang diajarkan oleh para ulamak dalam rangka solusi arif terhadap permasalahan di masyarakat.
SEMOGA BERMANFAAT

Posting Komentar